Kemnaker Minta Warga Waspada Link BSU 2026 Palsu
TopCareer.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta pekerja mewaspadai link (tautan) palsu dan pesan berantai yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026.
Pekerja diminta tidak sembarangan mengeklik tautan atau memberikan data pribadi termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kepada pihak yang tidak terverifikasi.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri juga mengingatkan pekerja agar tidak mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan Kemnaker.
“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,: kata Indah melalui siaran pers, ditulis Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, penipuan BSU bisa menyebar lewat pesan berantai WhatsApp atau direct message (DM), yang disertai link palsu.
Baca Juga: 63.789 Pekerja Kena PHK di Januari-September 2026
Pekerja perlu waspada jika dalam tautan tersebut meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas. Logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs juga tidak menjamin keaslian informasi.
Informasi resmi mengenai BSU dapat dipantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id.
Jika laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi.
Untuk melindungi data pribadi, pekerja perlu melakukan empat langkah berikut:
- Periksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data.
- Jangan memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak lain.
- Jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU.
- Jika ragu, tutup tautan dan periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker.
Baca Juga: Daftar Peserta Magang Nasional Batch 3 Angkatan II Buka 27 Oktober
Indah juga menyebut Menaker Yassierli sudah meminta jajarannya untuk mengantisipasi modus-modus penipuan semacam ini, agar pekerja tidak menjadi korban penipuan
“Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian,” pungkasnya.



